INTERNASIONAL

Penurunan Kasus Kematian Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci, Langkah Pencegahan Dilanjutkan

Selama pelaksanaan ibadah haji tahun 1445 H, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci telah mencapai 16 orang pada hari ke-15, Minggu, 26 Mei 2024. Ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana pada periode yang sama tahun lalu, angka kematian mencapai 26 orang.

Data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama menunjukkan bahwa kematian tersebut terjadi baik di Madinah, Jeddah, maupun Makkah. Jemaah haji yang termasuk dalam kelompok usia lanjut dan berada dalam kategori risiko tinggi kesehatan, mendominasi kasus kematian ini.

Pemerintah Indonesia telah melakukan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi jumlah kematian selama pelaksanaan ibadah haji. Salah satunya adalah mewajibkan calon jemaah haji untuk melengkapi diri dengan surat keterangan sehat sebelum pelunasan biaya haji dilakukan. Langkah ini diambil setelah evaluasi tahun sebelumnya menunjukkan bahwa jumlah kematian jemaah haji asal Indonesia di Tanah Suci mencapai 773 orang, jumlah tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Faktor utama dari kasus kematian ini adalah tingginya presentase jemaah haji asal Indonesia yang merupakan lansia, ditambah dengan kondisi cuaca di Tanah Suci yang terik. Dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Makkah, dengan suhu yang bisa mencapai 42 derajat Celsius, jemaah haji diimbau untuk menjaga kesehatan mereka dengan baik.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan, telah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di 16 sektor, dengan 11 di Makkah dan 5 di Madinah. Tiap sektor dilengkapi dengan tim kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga promosi kesehatan. Fasilitas kesehatan tersebut mencakup pos kesehatan di bandara, sektor, dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah.

Selain itu, klinik kesehatan satelit telah didirikan di tiap hotel yang digunakan oleh jemaah haji Indonesia, dengan tim kesehatan yang siap melayani jemaah yang sakit. Klinik-klinik ini ditempatkan secara strategis di jalur lalu-lalang jemaah dari hotel ke masjid, sehingga memudahkan jemaah yang merasa kurang sehat untuk memeriksakan diri.

Dengan langkah-langkah pencegahan yang terus dilakukan oleh pemerintah, diharapkan dapat mengurangi angka kematian jemaah haji Indonesia di Tanah Suci dan memberikan perlindungan kesehatan yang maksimal bagi para jemaah selama menjalankan ibadah haji.